Call Center Nomor Darurat
Hotline Pikobar Chat WA seputar COVID-19
Ikuti perkembangan terkini seputar Covid-19 dengan mengikuti kanal sosial media kami.

Angka Kejadian di Jawa Barat
Update Terakhir:


Total Terkonfirmasi

Jawa Barat
0
0
Indonesia
0
0

Isolasi/Dalam Perawatan

Jawa Barat
0
0
Indonesia
0
0

Selesai Isolasi/Sembuh

Jawa Barat
0
0
Indonesia
0
0

Meninggal

Jawa Barat
0
0
Indonesia
0
0

Kontak Erat
Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau terkonfirmasi COVID-19.

0
Total Kontak Erat
0
(%)
Masih Dikarantina
0
(%)
Discarded
Kasus dikatakan discarded apabila orang dengan status kontak erat telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Suspek
Orang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut :
  1. Mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
  2. Mengalami salah satu gejala/tanda ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus terkonfirmasi/probable COVID-19.
  3. Mengalami ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinik yang meyakinkan.

0
Total Suspek
0
(%)
Isolasi/Dalam Perawatan
0
(%)
Discarded
Kasus dikatakan discarded apabila orang dengan status kasus suspek memiliki hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu > 24 jam.

Probable
Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

0
Total Probable
0
(%)
Isolasi/Dalam Perawatan
0
(%)
Selesai Isolasi/Sembuh
0
(%)
Meninggal

Apa yang Harus Dilakukan

Ketahui Risiko dari COVID-19


COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus 2019. Meski bergejala mirip dengan flu biasa, COVID-19 sampai saat ini memiliki fatalitas lebih tinggi. Virus ini juga menyebar dengan sangat cepat karena bisa pindah dari orang ke orang bahkan sebelum orang tersebut menunjukkan gejala.

Penting bagi Anda untuk menilai kondisi secara mandiri. Anda bergejala?

Periksa Diri Saya

Tanya kepada sesama wargi Jabar soal penanganan COVID-19 di Forum Pikobar!

Tanyakan Sekarang

Ingin berkontribusi membantu Jabar dalam menangani COVID-19?

Daftar Relawan

Hubungi Call Center



Lihat Selengkapnya

Daftar Rumah Sakit Rujukan di Jawa Barat


Berikut ini adalah rumah sakit yang menjadi rujukan untuk pasien dengan status Pasien dalam Pengawasan. Anda harus mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu seperti klinik/rumah sakit umum sebelum akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit khusus di bawah ini.




Lihat Rumah Sakit Lainnya

Tetap Waspada dengan menerapkan AKB

Selama vaksin belum ditemukan, cara terbaik untuk kembali beraktivitas adalah dengan menerapkan ADAPTASI KEBIASAAN BARU (AKB) di tengah pandemi.


Berdasarkan Peraturan Gubernur No.63 tahun 2020, penentuan risiko kesehatan masyarakat di Daerah Kabupaten/Kota yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara berkala setiap minggu, diatur meliputi 4 ZONA RISIKO, yaitu:


  • Level 1 Tidak terdampak/tidak ada kasus (Hijau)
  • Level 2 Risiko rendah (Kuning)
  • Level 3 Risiko sedang (Oranye)
  • Level 4 Risiko tinggi (Merah)

Wargi dapat melihat peta sebaran berdasarkan zona risiko di sini


Lalu, apa saja yang harus wargi Jabar perhatikan saat mulai beraktivitas kembali?


Hal mendasar yang perlu wargi terapkan adalah protokol kesehatan dalam setiap akan melakukan kegiatan seperti:

  • Mencuci tangan secara berkala
  • Gunakan masker saat keluar rumah
  • Selalu menjaga jarak min. 1 meter dan hindari kontak fisik dengan orang lain
  • Membawa hand sanitizer/tisu basah untuk kebersihan darurat (jika tidak ada fasilitas cuci tangan)
  • Membawa peralatan makan sendiri


Protokol harus selalu wargi terapkan di mana saja dan kapan saja. Saat sedang berbelanja di pasar, mulai kembali masuk kantor, ataupun sedang di area publik seperti halte dan taman. Jangan lupa untuk selalu pakai masker segera mandi dan ganti pakaian saat sampai di rumah.

Jika merasa tidak sehat atau memiliki gejala demam, maka wargi sebaiknya tetap berkegiatan dari rumah. Karena di setiap kebiasaan baru, selalu ada harapan untuk keluarga dan kerabat agar tetap aman. Terus waspada dan jaga diri jaga sesama dengan AKB.

Kenapa harus Physical Distancing (Jaga Jarak Sesama)?

COVID-19 menyebar dengan cepat. Orang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala, namun tetap dapat menyebarkannya ke orang lain. Jika kita tidak melakukan upaya pencegahan berupa menghindari keramaian, jumlah orang terinfeksi akan meledak dan fasilitas layanan kesehatan akan kewalahan sehingga banyak kasus akan tidak tertangani.

Physical distancing akan mengurangi laju penularan dan memungkinkan pasien terinfeksi untuk ditangani hingga sembuh, seperti di grafik terlampir.

Apa yang Harus Diketahui

Apa Itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus (2019-nCoV), jenis baru coronavirus yang pada manusia menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Pada 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan nama penyakit yang disebabkan 2019-nCov, yaitu Coronavirus Disease (COVID-19).

Gejala

Gejala umum berupa demam ≥38°C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Penularan

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Seseorang juga bisa terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Dokumen

Senin, 26 Okt 2020 09.45 Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 443/Kep. 700-Hukham/2020 Tentang Perpanjangan Ketujuh Pemberlakuan PSBB Secara Proporsional Di Daerah Kabupaten Bogor, Daerah Kota Bogor, Daerah Kota Depok, Daerah Kabupaten Bekasi, Dan Daerah kota Bekasi (Wilayah Bodebek) Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Senin, 5 Okt 2020 09.32 Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep. 576 hukham 2020 Tentang Perpanjangan Ketiga AKB di Provinsi Jawa Barat Diluar Wilayah BODEBEK Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Senin, 5 Okt 2020 09.30 Instruksi Gubernur Jawa Barat Nomor 443/07/hukham Tentang Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Restoran, Kafe, Rumah Makan, Warung, dan Usaha Sejenis.

Senin, 5 Okt 2020 09.30 Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep. 575 hukham 2020 Tentang Perpanjangan Keenam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di Wilayah BODEBEK Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Kamis, 1 Okt 2020 13.29 Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 475.5/Kep.581-Hukham/2020 Tentang Komite Kebijakan Penanganan Corona Virus Diase 2019 (Covid-19) Dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat

Kamis, 1 Okt 2020 04.56 Pergub Jawa Barat Nomor 73 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Pergub Nomor 27 tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Covid-19 Di Daerah BODEBEK.

Senin, 21 Sep 2020 05.00 Evaluasi PSBB dan AKB 14 s.d. 20 September 2020

Selasa, 1 Sep 2020 13.30 Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.476-Hukham Tahun 2020 Tentang Perpanjangan Kelima PSBB Secara Proporsional di Daerah BODEBEK